FEAR
By : Unknown
False Evidence
Appearing Right
"Fear"
atau rasa takut adalah hal normal yang dimiliki oleh semua orang. Waktu kecil,
mungkin kita hanya takut dengan suara - suara seram atau mungkin kita hanya
takut bila dijatuhkan saat digendong. Sering kali ketakutan - ketakutan
tersebut terus terjadi bahkan saat kita dewasa sekalipun. Yang kumaksud takut
disini bukan takut seperti waktu kita kecil, melainkan takut membuat kesalahan,
takut mencoba, takut membuat komitmen, bahkan takut menjadi orang sukses.
Ketakutan adalah bukti semu yang tampak nyata. Ketakutan hanyalah sebuah ilusi
yang melekat negatif di dalam pikiran kita.
Disisi
lain, ketakutan yang kita rasakan bisa jadi merupakan sebuah anugerah.
Ketakutan premordial kita seperti takut akan petir, takur api dan lain
sebagainya menjadikan kita memiliki armor untuk bertahan hidup. Oleh sebab itu,
bersyukurlah atas ketakutan yang Allah berikan pada kita. Namun, jangan biarkan
ketakutan itu terus - menerus melanda dirimu atau bahkan "memilkimu".
Nelson Mandela berkata bahwasanya orang yang berani bukanlah orang yang tidak
memiliki rasa takut dalam hidupnya melainkan orang yang berhasil mengatasi
ketakutan yang dia miliki.
Mengalahkan
rasa takut dalam dirimu akan membuat dirimu menjadi lebih percaya diri dan
tentunya lebih berani melangkah maju demi masa depanmu. Jangan pernah biarkan
ombak dan badai menghalangimu saat kau berusaha menyebrangi samudera
kehidupanmu.
"Sebuah kapal di pelabuhan akan aman, tapi
bukan itu tujuan kapal diciptakan".
Kapal diciptakan untuk membantu manusia menerjanga
samudera. Begitu juga dengan manusia, manusia diciptakan bukan untuk lari dari
kenyataan, bukan untuk takut dan menghindar dari masalah. Manusia diciptakan
untuk mengatasi semua masalah yang ia miliki dengan keyakinan bahwa selama kita
bisa mengatasi rasa takut dalam diri kita, maka semuanya akan baik - baik saja.
Sulit
dibayangkan orang setenar dan sehandal Michael Jordan merasa takut. Namun,
dalam sambutannya di NBA Hall of Fame, Jordan secara terbuka bercerita tentang
bagaimana ketakutannya sering memberikannya dorongan untuk menjadi atlet
terbaik. Di pengujung sambutan ia berkata "Suatu hari, mungkin kalian akan
menontonku bertanding padahal umurku sudah lima puluh tahun. Oh, jangan tertawa
dulu. Jangan pernah katakan tidak mungkin. Karena batasan sama halnya dengan
rasa takut, sering hanyalah sebuah ilusi." (Life Without Limits, Vujicic,
Nick)
So,
apalagi yang harus kita takutkan. Kita hanya patut takut kepada Tuhan Yang Maha
Esa. Selain kepadanya, kita tidak perlu takut. Kita hanya perlu menghormati dan
menghargai semuanya. Saat kita berhasil mengatasi ketakutan kita terhadap
sesuatu yang menerjang perjalanan kita disaat itulah kita bertambah dewasa.
Terlebih lagi, jangan pernah takut akan hal yang belum pasti terjadi. Jangan
pernah katakan "bagaimana kalau?" tapi coba katakan "mengapa
tidak". Jangan pernah takut berpisah dengan sahabat, bercerai dengan istri
ataupun putus dengan pacar. Ingat pertemuan adalah langkah awal menuju
perpisahan, perkawinan adalah langkah awal menuju perceraian, dan berpacaran
adalah langkah awal menuju putus. Jadi, yang perlu kalian lakukan bukan
bagaimana kalau berpisah, bercerai ataupun putus , tapi
mengapa tidak kita berpisah ?
mengapa tidak kita bercerai ?
mengapa tidak kita putus ?
toh suatu saat kita pasti akan berpisah, suatu
saat kita pasti akan bercerai, suatu saat kita pasti akan putus . Tapi kapan ?
itu semua tergantung kita dalam mempertahankannya.
Bisa saja pertemanan kita pisah karena kita sudah
berpacaran. Lalu hubungan pacar kita diputuskan karena kita sudah menikah dan
pernikahan kita diceraikan oleh batu nisan. Itu semua tergantung kita. Jadi,
mulai sekarang "KEEP TRYING" dan Jangan biarkan ketakutan
"fear" menguasai kita karena fear hanyalah False Evidence Apperaring
Right.
Tag :
Articles,
Kita tidak sendirian
By : Unknown
"Kita
tidak sendirian"
Baru
- baru ini aku membaca sebuah buku inspiratif karangan Nick Vujicic. Ia adalah
seseorang tanpa lengan dan tanpa tungkai yang berhasil bertahan dari kerasnya
kehidupan dan membuktikan kepada seluruh dunia bahwa orang difabel bisa lebih
baik daripada orang normal. Ia percaya bahwa pada dasarnya manusia adalah karya
Tuhan yang sangat indah sehingga pasti memiliki alasan mengapa diciptakan.
Nick Vujicic adalah seorang motivator ulung yang
namanya sudah dikenal diseluruh dunia. Kisa hidupnya yang inspiratif memberikan
motivasi tersendiri bagi setiap orang yang membaca bukunya, menonton videonya
ataupun menyaksikan langsung bagaimana ia berbicara diatas panggung. Ternyata
memang benar, pemenang sejati bukanlah orang yang tak memiliki satu celah pun
dalam hidupnya, karena pemenang sejati ialah mereka yang berhasil mengatasi dan
menutup setiap celah dalam hidupnya dengan kelebihan yang telah Tuhan berikan
pada dirinya. Pemenang sejati bukan juga mereka yang selalu berhasil dalam
hidupnya, melainkan mereka yang berhasil berdiri gagah dengan bekas - bekas
luka dari setiap kegagalan yang diterimanya.
Jadi pertanyaannya , apa yang membuat orang
difabel bisa lebih memaknai hidup daripada sebagian dari kita yang normal ?
Mudah saja,
jawabannya adalah "kurang bersyukur."
Ketika seseorang tidak bisa menerima dirinya
sendiri maka saat itulah kehancuran mulai menimpanya. Kenapa ? karena jika
dirinya sendiri tak bisa menerima, bagaimana orang lain mau menerima ?
Sebagian dari kita selalu merasa bahwa apa yang
Tuhan berikan tidak cukup, merasa bahwa Tuhan tidak pernah mencintai kita.
Ingat bahwa Tuhan tidaklah mencintai kita jika Ia selalu mencintai kita. Tuhan
memberikan apa yang kita butuhkan, bukan apa yang kita inginkan.
Tidak ada sesuatu yang instan. Tuhan membiarkan
kita berusaha keras terlebih dahulu barulah Ia memberikan kita ganjaran dari
setiap tetes keringat yang kita kucurkan. Yang perlu kita lakukan adalah
marathon, bukan sprint. Perlahan tapi pasti. Pelan tapi menyakitkan. Sedikit
tapi istiqomah.
Cuplikan kalimat yang diutarakan Nick saat segala
sesuatu tidak berjalan dengan apa yang kita inginkan adalah :
"salah satu cara terbaik yang kutemukan untuk
terus bertahan meski do'a - do'a kita tidak terkabul adalah menggapai orang
lain. Jika penderitaanmu merupakan beban, ulurkan tangan untuk meringankan
beban orang lain dan bawalah harapan bagi mereka. Angkatlah mereka sehingga
mereka merasa lega karena tahu mereka tidak sendirian dalam penderitaan mereka.
Tunjukkan belas kasih saat kau membutuhkannya. Jadilah seorang teman saat kau
membutuhkan pertemanan. Berikanlah harapan saat kau memerlukannya."
Teman - teman, tetaplah berjalan karena setiap
aksi yang kita lakukan akan menciptakan momentum yang kemudian akan menciptakan
peluang yang tidak terduga. Mungkin kehidupan tak berjalan mulus bagi kita
sekarang, tetapi selama kita ada di dunia ini, selama kita bergerak maju, maka
semuanya mungkin.
Hidup memang tak semudah apa yang dikatakan oleh
Mario Teguh, tapi hidup juga tak sesulit apa yang kita bayangkan, sehingga
ketika mendapat sebuah masalah
"Jangan
pernah berkata kepada Tuhan bahwa kita memilik masalah, tapi berkatalah pada
masalah bahwa kita memiliki Tuhan."
"SIAPAPUN
bisa jadi APAPUN"
Tag :
Articles,
Taring
By : Unknown
Taring
aku
mungkin telah kehilangan ambisiku, kehilangan taring yang telah membantuku
meraih posisi puncak. Sebentar, bukan kehilangan, tapi lebih tepat "tidak
menggunakannya". Kalian tau mengapa ?
"Sebab aku tahu jika aku menancapkan kembalik
taringku, takutnya sifat egoisku kembali muncul sehingga tidak lagi percaya
kepada teman - teman dan melakukan semuanya dengan tanganku sendiri. Aku takut,
jika bukan aku yang mengerjakan, semuanya tidak akan berjalan lancar. Aku
takut, jika aku tidak turun tangan maka timku akan mengalami kesulitan. Aku
takut karena aku harus merenggut hak teman - temanku dan yang paling kutakuti
adalah jika mereka akhirnya tidak bisa berkembang. Ya, terhambat olehku.
Dulu,
aku berhasil meraih posisi puncak. Tapi, sebagian besar bukan karena dedikasi
tim, namun dedikasiku. Tidak satupun dari mereka yang mampu mengimbangi jalan
pikiranku. Salah seorang temanku berkata bahwa ibarat kendaraan, aku melaju
dengan kecepatan 100km/jam sementara rekan - rekanku hanya 50km/jam. Bisa
dikatakan aku berpikir dua kali lebih cepat dari mereka. Aku terpaksa harus
menurunkan kelajuanku agar bisa mengimbangi mereka. Sayangnya semua itu percuma
karena sangat sulit merubah sebuah kebiasaan. Aku terbiasa berjalan cepat, oleh
sebab itu aku membutuhkan seseorang yang berjalan sama cepat denganku atau
orang yang bisa meredam kecepatanku dan membuatku berpikir lebih baik mungkin
salah satu opsi yang menarik. :D
Lalu jika ada yang lebih cepat dariku ?
("haha, tentunya aku akan semakin bertambah
cepat karena aku tidak ingin kalah dari siapapun!")
Hingga akhirnya aku menjadi lebih hebat, tapi
mereka tidak. Aku selalu disanjung tapi mereka tidak. Mereka hanya menjadi
supporter terbaik dibelakangku yang tidak pernah mendapat pengakuan maupun
prestige. Aku tak mau semuanya terulang kembali. Jadi, aku memutuskan untuk
menyimpan dulu taringku sembari mengasahnya, membiarkan yang lain menunjukkan
taring mereka, merelakan posisi puncakku sambil menunggu waktunya tiba. Semoga
taring ini bisa bersabar dan beraksi jika dan hanya jika ia diperlukan.
Kalian jangan khawatir, aku hanya menunggu waktu
yang tepat. Kalian tak perlu meragukanku ataupun mencemaskanku. Kemampuanku
masih sama seperti dulu atau bahkan meningkat dari sebelumnya. Yang akau
lakukan sekarang hanyalah mengasah taringku tapi tidak menggunakannya. Ketika
"ia" siap, dan waktunya pun tepat, aku akan kembali dan merebut
posisi puncak.
Aku memiliki taring seekor singa jantan yang
sangat perkasa.
Tahukah kalian kenapa anjing tidak ditakuti ?
sebab ia sering menggunakan taringnya
Tahukan kalian kenapa singa jantan sangat ditakuti
? sebab ia jarang menggunakan taringnya.
dan kalian tau mengapa ? Karena ketika ia
menggunakan taringnya, maka ia akan merenggut nyawa kalian !
dan tahukah siapa jelmaan seekor singa jantan
perkasa itu ?
this
is me "KSATRIASMANSA"
Tag :
Articles,
Impianku takkan terkubur bersama kenanganku Impianku akan terus kukejar bersama kenanganku
By : Unknown
Impianku takkan
terkubur bersama kenanganku
Impianku akan terus
kukejar bersama kenanganku
Hari
- hari yang kujalani di awal - awal perkuliahan mungkin adalah yang tersulit
bagiku. Bukan karena susah beradaptasi, tapi karena aku takut tak pernah lagi menemukan
teman - teman seperti di SMA. Kenangan selama tiga tahun masa SMA terutama
bersama OSIS Ganesha merupakan yang terindah selama perjalananku menuntut ilmu.
Ada banyak hal yang sekiranya sulit untuk diciptakan kembali apalagi saat di
perkuliahan. Semua itu membuatku kehilangan semangat untuk aktif berorganisasi
kembali.
Saat
itu adalah saat - saat terburuk dalam hidupku. Aku bahkan menjadi bukan seperti
diriku. Aku merasa menjadi "stranger" yang tidak tau apa - apa
mengenai keorganisasian.
"I'm
Quit"
Walau
terkadang semangat itu muncul, tapi seketika itu pula semangat itu lenyap.
Entah kenapa aku menjadi apatis seperti ini. Aku mengundurkan diri dari calon
ketua BEM TPB, menolak tawaran kepanitiaan bahkan tidak pernah ikut satu acara
organisasi daerahku sendiri. Bukannya tak bisa,
AKU BISA TAPI AKU BELUM MAU.
Aku
pernah berpikir bahwa menjadi nomor satu diperkuliahan itu tidak lebih sulit
dibandingkan menjadi nomor satu di SMA. Sayangnya, dugaanku salah. Kukira,
hambatan terbesarnya adalah mereka (mahasiswa lain) jauh lebih pintar, lebih
jago berbicara atau lebih - lebih yang lainnya.Tapi ternyata, satu - satunya
hambatan terbesar adalah "Kau akan kalah bukan karena kau kalah
sekarang, gagal sekarang, atau hancur sekarang. Tapi kau akan kalah jika kau
kehilangan semangat dalam dirimu lalu kau MENYERAH sekarang. Ingat, kegagalanmu
bukanlah final begitu juga keberhasilanmu saat di SMA bukanlah final, jadi
teruslah berusaha wahai diriku yang dulu. Diriku yang selalu semangat dan
mencintai organisasi beserta seluruh anggotanya, diriku yang selalu menjadi
orang pertama di dalam daftar kepanitiaan, diriku yang selalu menjadi bagian
dari OSIS Ganesha dan tunjukkan kepada mereka siapa sebenarnya
KSATRIASMANSA"
Kemudian aku juga teringat ucapan salah satu teman
terbaikku di SMA. Saat itu kita sedang mengobrol dan bercanda usai acara
perpisahan sekolah. Aku masih ingat betul apa yang kami perbicangkan.
aku berkata seperti ini :
A : Siapapun
yang besok sukses terlebih dulu, ia harus mengumpulkan kita kembali.
K: Oke,
kalau begitu maka kau yang harus mengumpulkan kami esok."
A: Kenapa
aku ? belum tentu juga aku yang sukses duluan
K: Kami
percaya bahwa kau akan sukses lebih dulu dari kami.
Sejak hari itu aku membulatkan tekad bahwa akulah
yang akan mengumpulkan mereka kembali dan sekarang aku tak mau usaha, kerja
keras serta harapan yang diberikan teman - temanku terkubur begitu saja karena
:
"Impianku
takkan terkubur bersama kenanganku
Impianku
akan terus kukejar bersama kenanganku"
Tunggulah kawan, 10 tahun dari sekarang aku pasti
akan membuat semuanya indah karena aku
"KSATRIASMANSA"
Tag :
Articles,
Tugas 11 Sosum
By : Unknown
Praktikum ke :
11 Hari Tanggal : Rabu, 11 Desember 2013
Mata Kuliah :
Sosiologi Umum Ruangan : CCR 2.16
SYSTEM OF RICE
INTENSIFICATION
Oleh: Rina Mardiana dan Soeryo Adiwibowo
&
MANFAAT KEARIFAN EKOLOGI
TERHADAP PELESTARIAN LINGKUNGAN HIDUP
Studi Etnoekologi di Kalangan
Orang Biboki
Oleh: Yohanes Gabriel Amsikan
Achmad
Wahyu Wildan F34130045
Nama Asisten : Kasfy Allama
(I34100107)
SYSTEM OF RICE
INTENSIFICATION
Oleh: Rina Mardiana dan Soeryo Adiwibowo
Sejak 1960an kebijakan pertanian yang dilancarkan
pemerintah lebih mengarah pada intensifikasi sistem pertanian pangan. Revolusi
Hijau merupakan program yang mengintensifkan pembangunan bibit varietas unggul,
pestisida dan pupuk kimia, serta jaringan irigasi. Revousi Hijau mampu mencapai
tujuan makro, namun pada tingkat mikro telah menimbulkan berbagai masalah,
yakni dari aspek ekologis, sosial ekonomi dan budaya. Pola Revolusi Hijau juga terjadi di bidang perikanan,
yakni revolusi Biru. Revolusi biru hampir mirip dengan revolusi hijau hanya
saja letak yang membedakannya.
Ada dua hal yang berkaitan dengan intensifikasi dan
monokultur budaya ini. Petama, penggunaan pestisida kimia terus menerus dalam
jangka panjang dapat menimbulkan resistensi (kekebalan) dan resujensi
(kemunculan kembali) hama. Kedua, penggunaan satu varietas saja dalam satu sektor pertanian membuat
sistem pertanian rentan, karena bila terserang hama, maka seuruh kebun ladang,
sawah, tambak dan kebun akan mengalami gagal panen. Sistem pertanian lokal
menjadi diabaikan bahkan telah disingkirkan secara sistematik. Konversi lahan
subur merupakan masalah mendasar.
Investasi besar untuk menyukseskan revolusi hijau tidak
diiringi dengan kebijakan yang menyeluruh di bidang
pertanian terutama mempertahankan luas lahan pertanian. Kenyataan menunjukan
bahwa pembangunan di bidang pertanian tidak mampu mengangkat kondisi sosial ekonomi
petani, terutama petani padi. Metode SRI (System of Rice Intenfication)
merupakan sebuah teknologi berkelanjutan yang menguntungkan
petani karena memberikan hasil produksi lebih tinggi. Dalam sistem ini
kebutuhan air sampai dengan 50%. Kebutuhan input lainnya seperti pupuk dan
pestisida kimia juga lebih sedikit dibanding cara konvensional.
MANFAAT KEARIFAN EKOLOGI
TERHADAP PELESTARIAN LINGKUNGAN HIDUP
Studi Etnoekologi di Kalangan
Orang Biboki
Oleh: Yohanes Gabriel Amsikan
Wilayah Biboki merupakan daerah sabana, yakni padang
rumput yang luas diselingi belukar yang tidak begitu lebat. Masuknya Belanda
menggantikan Portugis membawa pula perubahan ekologi yang cukup signifikan.
Menyusul munculnya padang sabana, maka perlahan-lahan dikembangkan pola
pertanian baru, yakni perladangan dengan cara na’fot i (balik tanah) dengan
peralatan tradisional, seperti suan (tugal) dan kannu (linggis). Campur tangan
manusia, baik terhadap lingkungan maupun terhadap ekosistemnya secara tidak terkendalikan,
dapat memberikan gangguan pada keseimbangan ekologi. Sebagai masyarakat yang
komposisinya didominasi oleh orang-orang yang bermatapencahrian petani, maka core culture orang Boboki pun berkisar
pada sub-budaya tani dengan poros kegiatannya pada pengolahan tanah pertanian
sawah maupun ladang.
Dipandang dari aspek mata
pencaharian orang Biboki yang hampir seluruhnya adalah kegiatan pertanian.
Salah satu kekhasan pertanian orang Biboki adalah perladangan berpindah
(swidden agriculture) suatu gaya bertani yang masih khas orang di wilayah
tropis. Lingkungan meto yang mereka kena telah memberikan berbagai pengalaman
bekreasi dengan alam dan lingkunganya: tanah, flora, fauna, batu-batu, sesama
manusia, termasuk dengan makhluk halus yang diyakini keberadaanya. Untuk
mempertahankan sebidang tanah, masyarakat sering harus mengorbankan diri,
meneteskan darahnya bahkan nyawa sekali pun. Orang Biboki juga masih memegang
teguh kebenaran-kebenaran yang dikisahkan turun temurun melalui mitos-mitos.
Sebagaimana sudah dikemukakan bahwa hutan sabana yang
diturun-tangani masyarakat Biboki, justru berkembang menjadi semakin gundul,
maka hal ini memberikan suatu gambaran baru kepada mereka bahwa suatu pola adaptasi dan perubahan
strategi pertanian harus dilakukan. Beberapa tahun terakhir, pemerintah
mengeluarkan program relaksasi pemukiman penduduk dan sejumlah larangan seperti
larangan membuka hutan, larangan berburu, dan larangan mengembangkan ternak
secara bebas . Akan tetapi, dipihak lain masyarakat yang menggantungkan seluruh
hidupnya dari kegiatan pertanian menganggap hal ini sebagai perbuatan yang
kurang bijaksana. Mereka merasa tercabut dari lingkungannya. Adanya
perbedaan besar antara masyarakat Biboki dan pemerintah dalam hal perubahan
lingkungan, pada gilirannya menimbulkan sikap dan tindakan yang bertentangan
pula.
Tag :
Laporan dan makalah,

